BERAMAL LEWAT TULISAN

Kamis, 10 November 2011

UNIQUELY HONG KONG

AWESOME HONG KONG



HK, PUSAT MODE ASIA DAN PUSAT BISNIS DUNIA

Mau lihat model fashion trendy masa kini atau model pakaian terbaru dari berbagai merk terkenal dunia ? datanglah ke Hong Kong, sebagai salah satu kota pusat mode di Asia. Outlet ternama dunia yang tersebar di HK selalu mendapat perhatian pelanggan fanatiknya, mereka rela antri untuk mendapatkan model yang paling baru. Sebut saja sepatu booth high heels yang tingginya hingga sedengkul sangat biasa dipakai orang HK. Variasi harga produk mode dijual mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Tidak saja fashion, potongan model rambut modis masa kini atau hal apapun yang membuat orang HK senang tampak ada dimana-mana, terutama kawula mudanya. Very Fashionable


Kantor pusat perusahaan-perusahaan besar dunia banyak yang bermarkas di HK. konvensi, exhibisi kelas dunia, industri film, industri finansial atau Peluncurkan produk-produk terbaru launchingnya dilakukan di HK. Oleh sebab itu HK selalu didatangi para pebisnis dan para wisatawan dari 5 benua di dunia. Itulah magnet HK yang sudah menjadi pusat mode Asia dan salah satu kiblat bisnis dunia.

Hal di atas adalah sebagian keunggulan HK di kancah dunia, bukti yang lain yakni keberadaan HKIA, Hong Kong International Airport yang merupakan bandara terbaik di dunia melayani 900 penerbangan sehari tanpa kendala. Bandara ini sebagai hub international menuju destinasi lain dan sebagai pusat pelayanan cargo udara yang besar.

Lahan yang sangat terbatas tapi banyak penghuninya, menjadikan HK sebagai kota yang cukup padat di dunia, penduduknya sekitar 7 juta jiwa. Membandingkan dua kota HK dan Delhi India misalnya yang sama sama padat, penuh sesaknya HK masih enak dinikmati, ya lihat orangnya yang modis, kebersihannya, ketertibannya dan masih ada rasa nyaman di hati. Namun kalau di Delhi kotanya sangat crowdit dan kotor, sebagian besar keadaannya sangat bertolak belakang dengan HK. Itulah sekilas HK dengan segala keunikannya, UNIQUELY HONG KONG.

Padat, lahan terbatas dan penuh tekanan, itulah Hong Kong.
Coba perhatikan ketika kita mau menyebrang di jalan-jalan utama HK, sekumpulan orang di seberang sana dan di seberang sini saling berhadapan untuk menyebrang. Pas lampu tanda orang menyebrang berwarna hijau, seolah ada pasukan yang akan saling beradu. Walaupun banyaknya orang, semua berjalan tertib tanpa masalah kuncinya adalah kedisiplinan dan saling menghargai. Adakalanya untuk menyebrang saja mereka harus rela antri.

Di bawah ini akan aku ulas beberapa keunikan HK antara lain Trem yang ada di Wan Chai. Check it out ...


JUM’AT MEMBAWA BERKAH

Dimulai dengan sarapan rice pullau, kari potatoes dan segelas chai aku bayar 40 HKD. Sempetin beli pernak pernik souvenir HK di toko fix price Elegant Dinasty Tang, 600 HKD uang telah keluar dari kantongku, kemudian menyimpannya di hostel.

Melewati siang pukul 12.20 berangkat Jumatan ke Masjid Kowloon, sengaja pakai baju batik yang sudah kusiapin dari tanah air. Masjid Kowloon berlantai 2, lantai pertama sebagai pintu masuk dan tempat wudhu. Shalat berjamaah biasanya dilakukan di lantai 2, kalau Jumatan tempat shalat di lantai 1 juga dipakai.


Masjid Kowloon
Pukul 12.35 adzan pertama dikumandangkan, dilanjutkan dengan khutbah pembuka mengenai riwayat dan hakikat kurban. Khutbahnya disampaikan pake bahasa India dan Inggris, selesai pukul 13.10. Para jamaah memulai shalat kobliah Jumat dan tepat pada pukul 13.15 Khotib naik mimbar, adzanpun dikumandangkan lagi.

Sekitar pukul 13.35 shalat Jumat dimulai. Selepas Jumatan memperhatikan satu persatu jamaah yang meninggalkan masjid, ternyata tak ada satupun jamaah yang memakai sarung. Kebanyakan mereka memakai gamis, pakaian ala Pakistan, pakaian dari Afrika atau baju biasa dengan celana panjang. Mengapa nggak ada yang pakai sarung ? Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain ilalangnya, yang penting pakaian menutup aurat, sopan dan bersih, itu syarat sahnya shalat. Urusan yang lain biar Allah yang menilai.

Bubar Jumatan dekat Masjid ada demo masyarakat Kashmir, intinya mereka bilang ‘kami masih sering ditindas oleh India’. Ramai juga demonya banyak yang menonton dan selalu dikawal polisi HK. Tidak jauh dari situ ada sepasang relawan yang memberikan lipton tea panas gratis, siapapun bisa memintanya.

Masih di sekitar Masjid Kowloon, aku berusaha mengumpulkan orang yang pakai batik, alhamdulillah dapat 4 orang termasuk aku. Foto bersama di pojokan Haiphong road sembari berpesan kenalkan batik kita pada dunia. Semua yang pakai batik tadi adalah rombongan tour yang juga abis Jumatan. Mereka bilang hari ini acara tour bebas jadi boleh jalan sendiri-sendiri.

Narsis with New Friends

Mereka bilang perutku udah lapar nih, mau makan siang tapi nggak tau tempatnya. Aku tawarkan kepadanya, apa perlu diantar ? mereka setuju, lalu aku ajak mereka ke restoran halal India. Harga makanan aku yang nego supaya nggak dikasih mahal. Semua ber-7 termasuk aku sama-sama makan.

Selesai makan salah satu dari mereka ngeluarin 100 US$, aku ingatkan wah pak jangan bayar pake US$ tapi pake HKD aja. Uang yang dia punya hanya itu, jadi aku bantu tukarkan dulu di money changer menjadi HKD, ratenya waktu itu 100 US$ dapat 775 HKD. Aku dibayarin mereka, Jumat membawa berkah ....
Owner restoran merasa puas karena jualannya laris manis, dia berterima kasih padaku karena membawa teman-teman makan di restorannya. Lalu kami berpisah di toko oleh-oleh Elegant Dinasty Tang dekat hostel. Bye ... bye ... friends


DIBAWA KE DUNIA MIMPI (NAIK TREM)

Bangun pagi, lalu seduh mie cup yang aku bawa dari KL dan makan sambosa, minumnya teh India ‘chai’. Berangkat menuju Wan Chai dengan Star Ferry, kesana mau nyobain trem listrik. Naik trem dari Wan Chai road menuju North Point sangat mengasyikkan, pikiran masih nggak percaya ternyata masih ada moda antik kayak gini di HK.





Karena sangat antusias sekali lihat trem, akan kuceritakan lebih detail di bawah ini. Puluhan trem listrik yang ada di Wan Chai sangat terpelihara, moda masa lampau ini menjadi salah satu alat transportasi utama selain bus dan MTR. Armadanya digerakkan oleh listrik dengan pantograf menggantung di atasnya. Naiknya masuk dari pintu belakang dan harus melewati palang besi seperti masuk mini market, kemudian turunnya dari pintu depan sambil menempelkan octopus bayar 2,3 HKD. Ini berbeda dengan bus naiknya dari depan dan tempelkan octopus sebagai ongkosnya.



Kalau mau duduk yang di atas, masuknya juga dari belakang kemudian naik tangga ke atas. Begitu juga kalau turun lewatnya tangga turun yang ada di depan.

Body trem bertingkat dua, tempat duduk di atas berkapasitas 24 seat plus space untuk penumpang berdiri. Sedangkan tempat duduk di bawah bentuknya 2 deret memanjang di kiri dan kanan. Body trem terbuat dari perpaduan antara kayu dan besi, berpintu kayu buka tutup otomatis dikendalikan oleh sopir, ada speedo meternya, TV monitor, bel tradisional yang bunyinya ‘Teng ... Teng ... dan klakson elektrik.



Keunikan lainnya adalah jendela trem setengah terbuka sehingga sirkulasi udara membuat sejuk di dalam. Trem mempunyai beberapa jalur rel, jurusannya berbeda-beda. Ketika lampu merah menyala tanda semua kendaraan harus berhenti, trem juga ikut berhenti. Atau lampu tanda orang menyebrang menyala trem juga berhenti. Trem diawaki sopir pria dan ada juga yang wanita, wah ... wah ... unik bener...

Jalur lintasan trem (rel) pada jalan raya utama, tidak boleh dimasuki kendaraan lain, namun ketika trem masuk di kawasan pasar (misalnya di Pasar North Point), jalannya dipakai bersama antara trem dan kendaraan umum lainnya. Kecepatan rata-rata trem berkisar 25 Km/jam, bunyi serta goncangannya menyerupai naik kereta api biasa. Ada kalanya pada satu jalur (rel) terdapat beberapa trem yang jalan beriringan.




Naik trem bisa bayar pake octopus atau pake coin, taripnya dewasa (>12 tahun) 2,3 HKD, anak-anak 1,2 HKD (< 11 tahun) dan manula 1 HKD (> 65 tahun). Ketika trem sampai di tujuan akhir, papan nama jurusan diputar pake engkol. Trem mempunyai halte atau tempat pemberhentian khusus.
Itulah cerita unik tentang trem di Wan Chai. Mampir ke pasar North Point membeli durian kupasan 1 pak harganya 28 HKD, kulitnya tebal, rasanya manis. Makan durian ini serasa makan roti karena hampir nggak ada bijinya, bener-bener puas.


DARI KOTA SEPI KE KOTA METROPOLITAN

Di Indonesia anda tinggal dimana ? di kota atau di pedesaan ? Andai anda tinggal di Jakarta, mungkin anda sudah biasa kesana kemari di dalam kota metropolitan.

Tidak begitu dengan HK, walaupun kotanya sangat teratur dan informatif tapi dimana-mana dipenuhi orang (padat), ditambah lagi di semua sektor tulisannya Mandarin atau Inggris, situasi kota yang serba mewah dan canggih, hal inilah yang kadang-kadang sebagian orang bisa kesasar. Believe or Not.

Saya pikir bagi yang baru pertama kali ke HK, hampir bisa dipastikan akan kesasar atau bingung walaupun hanya sejenak. Kecanggihan transportasi , tata cara dan kebiasaan yang berbeda, banyaknya subway di bawah tanah (tunnel) yang bercabang-cabang, semua itu membuat kita bingung. Oleh karena itu sangat penting membawa peta HK dan jalur MTR atau membawa alamat hotel dalam bahasa Mandarin. Kalau kepepet kasih aja alamat tersebut ke sopir taksi pasti dia tau dan pasti dibantu.


WILAYAH ADMINISTRASI KHUSUS

HK dan Macau adalah wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah China sebagai daerah administrasi khusus. Oleh karena itu bagi pemegang paspor RI hanya boleh masuk kesini tanpa Visa sedangkan masuk ke wilayah China daratan harus punya Visa China.

Walaupun masuk ke HK dan Macau bebas Visa namun ke/dari kedua wilayah ini masih diperlukan kartu imigrasi (arrival & departure). Berbeda dengan masuk ke wilayah RI, bebas Visa berlaku untuk masuk ke seluruh wilayah RI. Unik bukan ?


CHINA FERRY TERMINAL ‘CFT’

Setelah check out hostel langsung menuju CFT kembali ke Macau. Rute ke CFT yang paling mudah dari Chungking Mansion adalah, keluar hostel ambil kanan lalu jalan sampai lampu merah pertama dekat Masjid Kowloon. Kemudian menyebrang ke Haiphong road dan terus berjalan lurus sampai mentok ketemu Canton road. Dari situ ambil kanan berjalan sampai ketemu fly over, dekat sinilah CFT. Masuk ke dalam gedung yang berwarna emas (Mal) lalu naik escalator ke lantai dua. Jarak dari Chungking Mansion sampai CFT kira-kira 700 meter.




Beli tiket Turbo Jet First Ferry (ordinary class) 166 HKD karena hari sabtu harganya berbeda dengan hari biasa (139 HKD) dan dapat seat 34 M (dibelakang). Aku dapat ferry yang berangkat pukul 13.00, karena pintu masuk belum dibuka jadi santai-santai dulu di dalam mal. Kira-kira 45 menit sebelum waktu berangkat, calon penumpang diperbolehkan masuk, kemudian langsung ke imigrasi dan menunggu di BERT yang telah ditentukan (ke Macau 13:00).

Ketika menunggu dari dalam ruang tunggu kelihatan view HK yang indah bersama gedung-gedung pencakar langitnya dan melihat beberapa kapal yang lalu lalang di sekitar situ.

Waktu telah tiba, saatnya masuk ke dalam ferry untuk berlayar menuju Macau selama 1 jam dan 5 menit. Bye ... bye ... HK, I missed you.


KESIMPULAN HK-1 s/d HK-5

Negeriku tanah airku Indonesia tercinta sangat kaya potensi alam dan destinasi wisatanya di desa maupun di kota. Potensi alam / wisata Macau dan HK tidak ada apa-apanya dibanding potensi yang ada di Indonesia. PR kita adalah harus segera membenahi infrastruktur wisata, tarip yang pasti, ketertiban, kebersihan, map gratis (destinasi wisata dan transportasi), petunjuk destinasi wisata yang informatif untuk semua. Jayalah negeriku, jayalah bangsaku Indonesia.

InsyaAllah NEXT TRIP : 
  • ON APRIL 2012 Northern Thailand, Myanmar, Laos & Malaysia
  • ON JULY 2012 Filipina


copyright © by RUSDI ZULKARNAIN
email : alsatopass@gmail.com

Tidak ada komentar: